UU BUMN Terbaru 2025: Siapa Perusahaan Pelat Merah yang Paling Diuntungkan?

UU BUMN Terbaru 2025: Siapa Perusahaan Pelat Merah yang Paling Diuntungkan?

Respons Pasar Saham Setelah UU BUMN Disahkan

Hari pengesahan UU ini, pasar modal merespons positif meski nggak semua saham BUMN bergerak naik serempak. Data dari Liputan6 mencatat indeks IDX BUMN20 turun tipis 0,26% ke level 358,31.

Beberapa saham bank besar seperti Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), BTN (BBTN), dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) sempat menguat. Sementara BRI (BBRI) terkoreksi 1,31% dan Aneka Tambang (ANTM) turun 2,49%. Fluktuasi ini menandakan investor masih mencermati detail implementasi UU baru, meski sentimen positif tetap terasa terutama di saham dengan fundamental kuat.

Saham BUMN Incaran Investor Asing

Menurut analisis Bisnis.com, ada tiga saham BUMN yang paling dilirik investor asing sepanjang tahun: ANTM, TLKM, dan BBRI.

  • Aneka Tambang (ANTM): Sentimen positif datang dari kebijakan hilirisasi, kenaikan harga emas, dan momentum ekosistem kendaraan listrik nasional.
  • Telkom Indonesia (TLKM): Dapat katalis dari inovasi digital, bisnis data yang terus tumbuh, dan penetrasi telekomunikasi nasional.
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Unggul berkat dominasi kredit UMKM, efisiensi operasional, dan transformasi digital mikrobanking.

Dengan adanya UU BUMN 2025, peluang aksi korporasi seperti restrukturisasi, konsolidasi, spin-off, hingga penambahan modal makin terbuka. Hal ini jadi magnet besar bagi investor, baik asing maupun domestik.

Pertamina, BRI, dan Telkom: Trio Raksasa BUMN 2025

Beberapa perusahaan pelat merah diprediksi jadi “juara utama” dari lahirnya regulasi baru ini:

  • Pertamina: Tetap jadi raksasa energi nasional, penghasil dividen terbesar, dan punya peluang ekspansi besar di sektor energi baru terbarukan.
  • Bank BRI: Pemimpin di segmen kredit UMKM, pilar pertumbuhan ekonomi riil, serta favorit investor berkat kinerja laba bersih yang konsisten.
  • Telkom Indonesia: Makin kuat di bisnis telekomunikasi dan layanan digital, dari data center, infrastruktur, sampai inovasi layanan berbasis teknologi.

Tantangan Implementasi UU BUMN

Meski prospeknya positif, UU BUMN tetap menyisakan tantangan, terutama di aspek pelaksanaan aturan turunan. Investor masih menunggu kejelasan soal:

  • Detail eksekusi holding seperti Danantara Indonesia.
  • Konsistensi penerapan good corporate governance (GCG).
  • Adaptasi direksi BUMN dengan fleksibilitas keputusan bisnis baru.

Selain itu, volatilitas harga saham juga masih mungkin terjadi selama masa transisi.

Kesimpulan

Secara fundamental, BRI, Telkom, Pertamina, dan ANTM adalah perusahaan pelat merah yang paling diuntungkan dari UU BUMN terbaru 2025. Regulasi ini bisa jadi pondasi kuat buat meningkatkan daya saing BUMN, bukan hanya di pasar domestik tapi juga global. Dengan tata kelola yang lebih profesional dan transparan, BUMN diharapkan jadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Previous Post Next Post