Bukan Lagi Sekadar Batu Bara: 3 Langkah Gokil BUMI yang Bikin Pasar Ribut

Bukan Lagi Sekadar Batu Bara: 3 Langkah Gokil BUMI yang Bikin Pasar Ribut

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu pemain terbesar di industri batu bara Indonesia, tiba-tiba bikin gebrakan besar. Serangkaian aksi korporasi baru yang diumumkan perusahaan menunjukkan perubahan strategi yang cukup ekstrem. Langkah-langkah ini nggak cuma menggeser fokus bisnis mereka, tapi juga sukses mengagetkan pasar dan membangkitkan euforia investor hingga harga sahamnya melonjak gila-gilaan.

Tiga Akuisisi Sekaligus: Satu Beres, Dua Lagi Nyusul

BUMI nggak main-main soal ekspansi. Mereka langsung tancap gas dengan tiga akuisisi besar di sektor mineral yang berbeda—dan semuanya dilakukan hampir bersamaan. Manuver berani ini menegaskan niat perusahaan untuk merombak portofolio bisnis secara total.

  • Wolfram Limited (WFL): Akuisisi 100% perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia ini sudah kelar sepenuhnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp 698,98 miliar (setara 63,5 juta dolar Australia).
  • Jubilee Metals Limited (JML): Proses pengambilalihan masih berjalan, tapi BUMI sudah memegang 41,36% saham perusahaan tambang emas Australia tersebut.
  • PT Laman Mining (LM): BUMI juga berencana membeli 45% saham perusahaan tambang bauksit lokal ini, dengan nilai kesepakatan sebesar US$ 59,1 juta.

Untuk membiayai seluruh aksi akuisisi ini, BUMI bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan senilai Rp 780 miliar, di mana sekitar Rp 340,88 miliar dialokasikan untuk akuisisi JML dan Rp 333,6 miliar sebagai uang muka pembelian saham LM.

Investor Girang: Saham BUMI Lonjak 32% dalam Sehari

Pasar langsung ngegas setelah akuisisi WFL resmi rampung. Harga saham BUMI melonjak 32% ke level Rp 198 per saham pada penutupan perdagangan 11 November 2025. Sahamnya masuk daftar top gainer di BEI dan bahkan sempat kena auto reject atas (ARA).

Kenaikan ini nggak cuma gara-gara akuisisi, Bos. Para analis melihat ada kombinasi faktor lain yang turut mengangkat harga saham, seperti sentimen positif dari diversifikasi bisnis, aliran dana institusional setelah BUMI masuk indeks LQ45 dan IDX80, stabilnya harga batu bara global, sampai adanya spekulasi akumulasi saham oleh big player.

Pondasi Masa Depan: Diversifikasi di Luar Batu Bara

Gebrakan akuisisi besar ini bukan langkah spontan, tapi bagian dari strategi jangka panjang BUMI untuk memperluas bisnis dan mengurangi ketergantungan pada batu bara. Hal ini diperkuat oleh pernyataan manajemen.

Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti, menegaskan:

“Pengambilalihan WFL merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha di luar batu bara.”

Masuk ke sektor emas, tembaga, dan bauksit bikin BUMI punya benteng alami (hedging) dari fluktuasi harga batu bara. Nggak cuma itu, mereka juga sedang menyiapkan posisi untuk ikut menikmati pertumbuhan demand mineral strategis yang makin dibutuhkan di era teknologi baru.

Penutup: BUMI Menuju Babak Baru?

Dengan tiga akuisisi sekaligus, BUMI jelas lagi menyiapkan transformasi besar. Perubahan ini membuka peluang pendapatan baru dan mengurangi risiko terlalu bergantung pada satu komoditas saja.

Pertanyaannya sekarang, Bos: apakah kita sedang melihat kelahiran raksasa mineral baru di Indonesia, dan bagaimana langkah ini bakal memengaruhi arah sektor energi dalam jangka panjang?

Previous Post Next Post