
Di tengah upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC), Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), menegaskan bahwa operasional dan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan normal.
BRI, sebagai bank milik negara, berkomitmen untuk terus melaksanakan transformasi yang dikenal sebagai BRIvolution 3.0 pada semua aspek bisnis dan operasional. Hery menekankan bahwa fokus utama dari transformasi ini adalah memperkuat bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko.
Dalam komunikasi resmi yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 2025, Hery menyatakan bahwa transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan BRI kepada masyarakat, selaras dengan cita-cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. BRI berpegang pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan mematuhi semua regulasi yang ada.
Hery menjamin bahwa proses hukum yang dihadapi BRI oleh KPK tidak akan mempengaruhi operasional bank, sehingga nasabah dapat melakukan transaksi dengan aman. “Kami fokus pada memperkuat fundamental bank dengan penyaluran kredit yang berkualitas, peningkatan kapabilitas digital, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Hery.
BRI berkomitmen untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat dengan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif untuk menghadapi berbagai tantangan. Hery juga menambahkan bahwa BRI menghormati langkah penegak hukum dalam memberantas korupsi, khususnya dalam penyelidikan terkait pengadaan yang berlangsung dari 2020 hingga 2024.
Kami mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak berwenang dan akan selalu terbuka untuk bekerja sama, tutup Hery, menegaskan komitmen BRI untuk menjadi The Most Trusted Lifetime Financial Partner for Sustainable Growth pada tahun 2029.