Dolar AS Terpuruk: Kinerja Terburuk Sejak 1973!

Dolar AS Terpuruk: Kinerja Terburuk Sejak 1973!

Kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal di Amerika Serikat telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar obligasi pemerintah. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan daya tarik dolar sebagai aset aman antara lain adalah ketidakpastian dalam perang tarif, utang negara yang sangat besar, serta kekhawatiran akan independensi Federal Reserve.

Situasi ini melawan ekspektasi awal tahun yang menyatakan bahwa perang dagang yang dimulai oleh Presiden Trump akan memperkuat posisi dolar. Namun, saat ini, pasar memperkirakan akan ada sekitar lima kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjelang akhir tahun depan.

According to data terbaru, nilai dolar Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan, mencatat pergerakan terburuk awal tahun sejak tahun 1973. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan ekonomi dan perdagangan yang diterapkan oleh Presiden Trump. Indeks dolar, yang mencerminkan nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya seperti poundsterling, euro, dan yen, menunjukkan tren menurun.

Dalam kondisi ini, banyak investor mulai beralih ke aset lain seperti obligasi Jerman. Pada perdagangan terakhir, nilai dolar mengalami penurunan sebesar 0,6% menjelang pemungutan suara di Senat AS terkait amandemen RUU pajak yang diajukan oleh Trump.

Andrew Balls, Chief Investment Officer di Pimco, menyatakan bahwa pengumuman Trump mengenai reciprocal tariffs pada bulan April lalu dianggap sebagai titik balik dalam kebijakan ekonomi AS. Dampak dari kebijakan tersebut terlihat jelas, di mana investor institusi, termasuk dana pensiun dan bank sentral, mulai mengurangi kepemilikan mereka terhadap aset yang berdenominasi dalam dolar.

Previous Post Next Post